Rabu, 14 November 2012

Subhanallah….momentum lebaran yang saya kira hanya menghabiskan waktu libur di cilegon saja, tempat tinggal orang tua. Tapi ternyata hari senin 21 September 2009, tepatnya pukul 05.45 berangkat dari rumah di cilegon melakukan “Safari Lebaran”…itu istilah yang tercetus saat mau jalan. Kota yang pertama dituju adalah kota Bogor menengok uwa yang usianya sudah 80 tahun ke atas…Subhanallah, banyak hikmah yang bisa diambil. Uwa (istilah kakak dr ortu bg org sunda)…uwa Uka…seorang Profesor ahli arkeologi yang sangat produktif…meskipun kondisi fisik hanya dapat berbaring dan berjalan menggunakan kursi roda, tetapi masih sempat membuat paper dan 1 buku…DAHSYAT…(ternyata saya punya uwa yang luar biasa) Setelah dari Bogor lanjut ke Bekasi berkumpul dengan saudara2 yang menyenangkan…dilanjut lagi ke Karawang, trus ke Indramayu menengok uwa yang lain lagi…Nah saat menulis ini saya di Indramayu…tidak sengaja saya tertarik untuk membaca Koran yang udah “kadaluarsa” juga sih…Koran TRIBUN JABAR tanggal 19 September 2009. Saya baca beberapa berita seputar suasana yang ada saat lebaran…”Nagrek-Garut 6,5 jam”…wow…”Lewat Cijapati Pun Sama Macetnya”…ada lagi nih…”Pemudik Tengok Rumah Lokasi Penggerebekan Nurdin M Top”…Hmmm…sempet-sempetnya ya..eit ada lagi…”Emi Nekat Naik Tower 24 Meter, Putus Asa Kehabisan Bekal Uang Mudik”…MasyaAllah… Langsung terlintas dalam fikiran membuka kitab tafsir Al-Maragi (karya Ahmad Mustafa Al-Maragi) jilid 1 yang saya bawa untuk menemani perjalanan…Langsung saya membuka tafsir Alqur’an Surat Al-Baqarah ayat 186… Nah…ini inti tulisan saya…memahami tafsir Q.S. Al-Baqarah : 186 dari salah satu Mufassir Mahsyur…TAFSIR AL-MARAGI (yaa…karena itu yang saya bawa)… Silahkan buka Alqur’an terjemah Surat Al-Baqarah : 186 (mudah2n bisa ya sambil fesbukan)… “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah : 186). Dalam ayat tersebut ada penggalan ayat “…la’allahum yarsyuduun”. Tafsir Al-Maragi menjelaskan : Ar-Rusydu dan Ar-Rasyad merupakan lawan kata Al-Ghayyu atau Al-Fasad. Artinya ialah mendapat petunjuk, tidak sesat atau rusak. Artinya ayat ini ialah, sesungguhnya segala amal perbuatan itu jika dilakukan oleh para pelakunya dengan penuh iman dan ikhlas, pelakunya bisa diharapkan mendapatkan petunjuk dan hidayah. Tetapi jika dilakukan hanya karena ingin mengikuti adat atau terbawa arus, maka tidak akan bisa menjadi petunjuk dan taqwa. Bahkan kadang-kadang akan mengakibatkan semakin hebatnya hawa nafsu bagi pelakunya, dan akhlaq pun menjadi rusak. Hal ini seperti yang dapat kita saksikan sekarang di kalangan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa hanya karena ikut-ikutan kepada orang tua dan teman-teman, bukan karena ikhlas kepada Tuhan atau mengharapkan ridha-Nya. Subhanallah…mentadabburi penggalan ayat tersebut yang hanya terdiri dari dua kata saja akan sangat berpengaruh dalam hidup. Karena Alqur’an adalah mu’jizat. Setiap bagian dari Alqur’an adalah mu’jizat. Jika kita saksikan beberapa berita yang saya baca di Koran TRIBUN JABAR tadi…banyak hikmah yang bisa kita ambil. Ternyata begitu banyak dari kita yang memang belum benar-benar memahami makna perintah dan hasil dari ibadah puasa….sampai-sampai ada yang nekat naik tower 24 meter hanya gara-gara kehabisan ongkos untuk mudik…. Semoga teman-teman fesbuk tidak ada yang nekat naik tower hanya gara-gara kehabisan ongkos buat mudik. Tetapi kita dapat memahami dan mengambil hikmah Ramadhan sebagai madrasah pembinaan diri sebagai seorang muslim yang dapat mengupayakan dirinya mencapai derajat taqwa… Klo nekat naik Monas buat rekreasi sih boleh aja…(malah klo bisa ngajak-ngajak ya…) Semoga bermanfaat…. Al-Fakir —Ikrimah Muhammad Jundullah— Yan Hidayatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar