Jumat, 16 November 2012

Sejarah Yang Abadi...Hijrah

     Sang Khalifah yang lebih akrab dipanggil sebagai Amirul Mu'minin....Sayyidina Umar ibnul Khathab. Seorang pemimpin mu'min yang memiliki sifat sebagai ulama dan umara, dialah yang mengawali penentuan awal tahun Islam...bersama para sabahat Nabi yang lain Umar memusyawarahkan mengenai awal penentuan Tahunnya kaum muslimin. Sambil mengharap keberkahan syuro awal tahun Islam pun ditentukan.

     Sebagian sahabat mengusulkan awal tahun sesuai dengan waktu kelahiran Rasulullah SAW...seperti tahun masehi ditentukan awalnya dengan kelahiran Isa a.s. Namun sebagian lain mengusulkan awal tahun sesuai dengan hari wafatnya Rasulullah SAW. Namun, sebagia kelompok sahabat yang menunjuk Sayyidina Ali karamallahu wajhah sebagai juru bicara mereka...Pujian Nabi terhadapnya terbukti dengan usulanya agar tahun Islam di awali dengan hari hijrahnya Rasulullah SAW. Sang Umar yang bijak dan sahabat yang lain menyetujui pendapat Sayyidina Ali untuk menentukan awal tahun Islam dimulai sejak Hijrah Rasulullah SAW. Waktu ditentukannya awal tahun Islam adalah 17 tahun setelah hijrah atau 7 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW.

     Peristiwa hijrah menyisakan catatan penting bagi kaum muslimin. Betapa tidak, proses keberhasilan hijrah itu sangat menentukan hidup atau matinya keberlangsungan penyebaran Islam. Saking menentukannya proses hijrah ini para kafir quraisy pun tak tinggal diam. Justru mereka khawatir dengan hijrah Rasulullah dan para sahabatnya. Karena eksistensi mereka terancam bila dukungan madinah akan memperkuat dakwah Rasulullah SAW. Sehingga para pemuka Qiraisy pun berkumpul di Darun Nadwah memutuskan untuk menangkap dan memenjarakan Rasulullah atau membunuhnya. 

     Orang-orang kafir Quraisy boleh saja membuat makar, tetapi Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Sebagaimana firman-Nya :

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Al-Anfal : 30)

     Quraisy mengumpulkan pemuda-pemuda gagah dari semua kabilah Quraisy untuk membunuh Nabi. Agar kelak keluarga Nabi tidak menuntuk salah satu kabilah karena telah membunuh Nabi. Pada malam yang ditentukan para pemuda itu ditugaskan untuk mengepung rumah Rasulullah dan siap untuk membunuh Rasulullah. Namun, sebelum mereka menunaikan niat jahatnya Allah telah lebih dulu mengabarkan kepada Rasulullah tentang rencana jaha kafir Quraisy. Sehingga Rasulullah meminta Abu Bakar untuk berangkat hijrah menuju Madinah bersamanya. Dan Abu Bakar pun membuat strategi keberangkatan Rasululllah agar tidak diketahui oleh kafir Quraisy. 

      Allah telah menganugrahi Abu Bakar Ash Shiddiq kecintaan yang teramat sangat kepada Rasulullah dan bashirah sehingga Abu Bakar mampu membuat strategi yang sangat rapi dan rahasia. Beliau menugaskan Amir bin Fuhairah untuk membawa kambing gembalaannya untuk menghapus jejak langkah Rasulullah dan Abu Bakar menuju Gua Tsur sebagai tempat persinggahan sementara. Rasulullah dan Abu Bakar juga sudah membuat kesepakatan dengan Abdullah bin Uraiqith yang sangat paham jalan-jalan yang jarang dilalui orang menuju Madinah untuk menunjukkan jalan. 

      Selama di gua Tsur, Rasulullah bersama Abu Bakar menginap beberapa malam. Abdullah bin Abu Bakar ditugaskan untuk memata-matai kafir Quraisy dan Asma' binti Abu Bakar mengirim makanan untuk Rasulullah dan Abu Bakar selama 3 hari. Betapa cintanya Abu Bakar dan keluarganya kepada Rasulullah. Sehingga layak dicontoh oleh kita sebagai keluarga muslim untuk senantiasa menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan agar senantiasa mengikuti sunnah juga membelanya.

     Para pemuda Quraisy yang telah mengepung rumah Rasulullah telah dikelabui oleh Allah karena Sayyidina Ali telah menggantikan Rasulullah di pembaringannya dan Allah membuat mereka terlelap hingga menjelang fajar. Seketika saat mereka terbangun keluarlah Sayyidina Ali dan Rasulullah sudah tidak ada dirumahnya. Subahanallah...Laa haula wa laa quwwata illaa billah...

     Saking putus asanya orang-orang kafir Quraisy akhirnya mereka membuat sayembara dengan hadiah 100 ekor unta namun tak membuahkan hasil apapun. Bahkan Abdullah bin Uraqith yang masih kafir pun tak memberi tahu mereka keberadaan Rasulullah. 

     Memang hijrah seperti Rasulullah tak akan terjadi lagi setelah hijrahnya Rasulullah SAW beserta sahabat dari Mekkah menuju Madinah. Tetapi, nilai-nilai hijrah itu akan senantiasa melekat di dalam hati kaum muslimin. Semangatnya....Kepahlawananya....Pengorbanannya...Kesungguhannya membela agama Allah...akan senantiasa melekat di dalam hati kaum muslimin. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

"Seorang muslim adalah orang yang denga lisan dan tangan menyelamatkan muslim yang lain. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan/hijrah (at turku) perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT."(HR. Bukhari)

     Di bulah Muharram ini pun ada hari yang begitu luar biasa seperti yang disabdakan Nabi SAW yaitu hari Asyuro (10 Muharram). Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : 

"Barangsiapa yang berpuasa di hari Asyuro (10 Muharram) maka Allah SWT akan memberi pahala 10.000 malaikat, dan barangsiapa berpuasa di hari Asyuro maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumroh, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari tersebut maka Allah akan menaikan derajatnya dengan setiap helai rambut 1 derajat. Dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada hari Asyuro, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rasulullah yang berbuka puasa."

Sahabat bertanya : "Apakah hari Asyuro lebih utama dari hari-hari lain ya Rasulullah?"

Rasul bersabda : "Ya memang, karena Allah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyuro, menjadikan laut pada hari Asyuro, menjadikan bukit-bukit pada hari Asyuro, Allah menciptakan Nabi Adam dan Hawa pada hari Asyuro, lahirnya Nabi Ibrahim pada hari Asyuro, Allah selamatkan Nabi Ibrahim as dari api juga pada hari Asyuro, Allah menenggelamkan fir'aun pada hari Asyuro, Allah menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub pada hari Asyuro, Allah menerima taubat Nabi Adam as pada hari Asyuro, Allah menghapus dosa Nabi Dawud pada hari Asyuro, juga Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman as pada hari Asyuro, dan terjadinya hari kiamat pada hari Asyuro."

Semoga kita mampu merefleksikan semangat kepahlawanan dan pengorbanan hijrah di tahun-tahun yang akan datang.....

Al-Faqiir
Yan Hidayatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar