Rabu, 17 April 2013

MENGUKUR KESHALIHAN CALON SUAMI....EEAA


Menikah tidak cukup hanya berlandaskan cinta saja. Ada hal lain yang harus diperhatikan dalam menentukan pendamping hidup....Setidaknya, ada dua ikhtiar memilih calon yang dibolehkan Islam...

Pertama, ikhtiar batin, melalui shalat istikharah. Dengan istikharah, selain memohon kemantapan dari Allah, juga untuk lebih menyiapkan mental menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam rumahtangga. Kesiapan di sini termasuk tiga hal, kesiapan ruhiyah, kesiapan ilmu dan kesiapan materi. Siap ruhiyah, berarti siap bila dalam proses ta'aruf nanti mengalami kegagalan maupun keberhasilan sampai menikah. Kita pun harus siap bila pasangan hidup kita memiliki kekurangan.

Untuk membangun rumahtangga, selain dibutuhkan kesiapan materi sebagai penopang hidup, juga perlu didukung dengan ilmu yang memadai. Sayangnya, tidak sedikit calon pasangan yang lebih sibuk menyiapkan materi daripada menyiapkan ilmu berumahtangga.

Kedua, ikhtiar lahir. Untuk saling mengenal calon pasangan, Islam mengatur dalam proses ta'aruf (perkenalan) menjelang pernikahan. Seperti melihat penampilan fisik, mengenal aktivitas calon pasangan, dsb.

Bila kita yakin bahwa menikah itu ibadah, maka kita akan lebih siap dengan segala resiko. Setelah melakukan istikharah sebagai sarana menguatkan hati, siap dengan segala resiko dan konsekuensi pilihan kita, maka perlu dikuatkan lagi dengan ikhtiar lahir.

Rasulullah Saw. bersabda, "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya atau karena agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini bukan hanya berlaku bagi laki-laki, tetapi juga berlaku bagi wanita. Agar kita lebih memilih faktor agama sebagai faktor utama dalam menentukan pasangan hidup.

Mengapa harus memilih lelaki shalih? Seseorang pernah bertanya kepada Hasan bin Ali, "Saya punya seorang putri. Siapakah kiranya yang patut jadi suaminya menurut Anda?" Beliau menjawab, "Laki-laki yang taqwa kepada Allah. Sebab jika ia senang, ia akan menghormatinya dan jika ia sedang marah, ia tak suka berbuat zalim kepadanya."

Dalam hal mencarikan suami untuk anak perempuan, Siti 'Aisyah mengingatkan, "Kawin berarti perbudakan. Karena itu hendaklah seseorang perhatikan di tempat mana ia lepaskan anak perempuannya."

Dalam Islam, urusan mencarikan jodoh untuk anak perempuan menjadi tanggungjawab walinya. Namun, jaman sekarang kadang perempuan sendiri yang harus mencari jodoh untuk dirinya. Ketika datang yang melamar, ia sendiri yang harus menimbang dan mengambil keputusan untuk menerima atau menolak pinangan tersebut. Di sinilah kearifan seorang perempuan dituntut. Sebab kesalahan memilih pasangan akan memengaruhi kebahagiaan rumahtangganya kelak.

Bila semua ikhtiar telah dijalani, namun ternyata suami yang didapat belum sesuai harapan, maka berdoalah, "Wahai Yang Maha membolak-balikan hati, teguhkan hati kami kepada agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu." Tentu harus diiringi dengan ikhtiar perbaikan diri sendiri, juga ikhtiar mengubah kebiasaan buruk suami dengan cara yang baik dan tidak terkesan menggurui.

Bertekadlah untuk tegar, bila harus menghadapi hal seperti ini. Suami bukanlah malaikat tanpa kesalahan. Sebagai seorang pemimpin, terkadang ia tergelincir. Pada saat seperti inilah istri harus menguatkan suaminya. Wallahua'lam.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 04 Desember 2012

LOWONGAN KERJA : DSA Official Volunteer

BEWARA!!!


Buat teman2 MAHASISWA...Bisa KULIAH sambil IBADAH...Sekaligus punya PENGHASILAN sendiri

JOIN US!!!


Peran/Tugas DSA Official Volunteer :
1.         Bertanggung jawab kepada koordinator bid. Penghimpunan.
2.         Melakukan kordinasi dengan lembaga mitra DSA Goes To Campus.
3.         Memastikan dan menyebarluaskan kencleng DSA kepada civitas akademika yang ada di universitas/fakultas yang bersangkutan.
4.         Memastikan setiap donatur yang mengambil kencleng DSA sudah mengisi dan menyerahkan biodata donatur.
5.         Menyerahkan data donatur kepada Kord. Bid. Penghimpunan untuk direkap oleh manajer.
6.         Melayani setiap calon donatur dan donatur yang akan mengambil dan menyerahkan kencleng DSA.
7.         Memberikan bukti infaq/nota (berwarna hijau) kepada donatur dan membundel nota asli untuk diserahkan kepada kord. Bid. Penghimpunan.
8.         Selalu berusaha membangun hubungan baik/silaturahim dengan para donatur kencleng DSA.
9.         Mengikuti setiap agenda yang dibuat khusus oleh manajemen bagi PJ penghimpun tingkat universitas/fakultas.
10.     Memberikan informasi kepada manajemen perihal potensi ziswaf di kampus/fakultasnya.
11.     Mengukuti rapat evaluasi rutin (minimal sebulan sekali)

Fasilitas DSA OV :
1. Pelatihan Menjadi DSA OV yang sukses
2. Pelatihan Fiqh dan Manajemen pengelolaan ZIS
3. Hak Amil
4. Starter Kit DSA OV




Baca Selengkapnya......

Sabtu, 01 Desember 2012

AYO BERGABUNG MENJADI DSA OFFICIAL VOLUNTEERS - Menghimpun Kepedulian, Berdayakan Masyarakat

     Sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat maka Marketing Resmi DSA membuka kesempatan kepada sahabat DSA untuk berpartisipasi menjadi DSA Official Volunteer, yaitu relawan resmi DSA yang merupakan perwakilan resmi DSA dalam penghimpunan dana-dana ZIS kaum muslimin. Tentunya sebagaimana dahulu Rasulullah memperkerjakan sebagian sahabatnya sebagai pemungut zakat dan Rasul memberikan upah hasil kerja mereka. Begitu juga dengan DSA Official Volunteer berhak atas kompensasi kerja dalam membumikan budaya berbagi dan peduli dan melakukan penghimpunan ZIS. 

Adapun syarat menjadi DSA Official Volunteer adalah sebagai berikut : 
- Muslim, Ikhwan/laki-laki usia 22-30 tahun 
- Memiliki kepekaan sosial - Jujur dan membiasaka sabar 
- Tidak merokok, dan siap mengikuti pembinaan 
- Bersedia mengikuti pelatihan DSA OV dan mengikuti ketentuan 
- Berkomitmen menerapkan syariat dalam kehidupan 
- Memenuhi persyaratan administrasi 

 Fasilitas yang akan diperoleh oleh DSA OV antara lain : 
- Pelatihan tentang pengelolaan ZIS 
- Panduan pelaksanaan sebagai DSA OV 
- Starterkit DSA OV 
- Hak kompensasi sebagai DSA OV 

     Setelah suksesnya LAZ Nasional Rumah Zakat dengan mengusung sistem Zakat Authorized Agency (ZAA) atau agen resmi zakat yang merupakan perwakilan Rumah Zakat dalam menghimpun dana-dana zakat, infaq dan shodaqah (ZIS). Maka itu merukapan sebuah inovasi intelektual yang sangat berharga bagi kaum muslimin terutama lembaga-lembaga pengelola ZIS termasuk Dompet Sosial Ash Shofwah (DSA). 

     Berdasarkan pemaparan DR. H. Setiawan Budi Utomo sebagai konsultan syariah dan anggota Dewan Syariah Nasional juga sebagai anggota Dewan Fatwa MUI bahwa sistem keagenan dalam pengelolaan ZIS dengan prinsip wakalah dibolehka dalam syariah dengan beberapa landasan syar'i antara lain : 

Firman Allah SWT, antara lain: 
a. QS. Al-Taubah: 60, Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” 
b. QS. At-Taubah: 103, Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 
c. QS. al-Nisa’: 9, Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahtera-an) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” 
d. QS. al-Nisa’: 58, Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya...” 
e. QS. al-Ma’idah: 2, Artinya: “Dan tolongmenolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” 

2. Hadits Nabi Muhammad s.a.w, antara lain yang dinukil Al-Syaukani dalam Nail al-Authar, [Kairo: Dar al-Hadits, 2000], juz 4, hal. 527: 
a. Diriwayatkan dari Busr bin Sa’id bahwa Ibn Sa’diy al-Maliki berkata: Umar mempekerjakan saya untuk mengambil sedekah (zakat). Setelah selesai dan sesudah saya menyerahkan zakat kepadanya, Umar memerintahkan agar saya diberi imbalan (ujrah). Saya berkata: saya bekerja hanya karena Allah. Umar menjawab: Ambillah apa yang kamu beri; saya pernah bekerja (seperti kamu) pada masa Rasul, lalu beliau memberiku imbalan; saya pun berkata seperti apa yang kamu katakan. Kemudian Rasul bersabda kepada saya: Apabila kamu diberi sesuatu tanpa kamu minta, makanlah (terimalah) dan bersedekahlah.” (HR. Muttafaq ‘Alaih). 
b. Diriwayatkan dari Abu Humaid al-Sa’idi, “Rasulullah s.a.w. mengangkat seorang lakilaki dari suku Asd bernama Ibn Lutbiyah sebagai amil (petugas) untuk menarik zakat dari Bani Sulaim; ketika ia kembali, Rasulullah menghitungnya.” (HR. Bukhari). 
c. Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa mempekerjakan pekerja, beritahukanlah imbalannya.” (HR. Al-Bazzar) 
d. Diriwayatkan dari ‘Amr bin ‘Auf, Rasulullah s.a.w. bersabda: “…Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR. Tirmidzi) 
e. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya” (HR. Muslim). 
f. Diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa memberikan contoh perbuatan baik dalam Islam, maka dia mendapatkan pahala perbuatan tersebut dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang memberikan contoh perbuatan buruk, maka dia menanggung dosa-nya dan dosa orang yang melakukannya setelahnya, tanpa mengurangi sesuatu pun dari dosa mereka.” (HR. Muslim). 
g. Diriwayatkan dari Abu Mas’ud, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR. Muslim]. 

3. Kaidah Fiqh, antara lain: 
a. “Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.” 
b. “Sesuatu yang berlaku berdasarkan adat kebiasaan sama dengan sesuatu yang berlaku berdasarkan syara’ (selama tidak bertentangan dengan syariah)”. 

4. Pendapat para ulama, antara lain: 
a. Imam Ibn Qudamah: “Akad taukil (wakalah) boleh dilakukan, baik dengan imbalan maupun tanpa imbalan. Hal itu karena Nabi s.a.w. pernah mewakilkan kepada Unais untuk melaksanakan hukuman, kepada Urwah untuk membeli kambing, dan kepada Abu Rafi’ untuk melakukan qabul nikah, (semuanya) tanpa memberi-kan imbalan. Nabi pernah juga mengutus para pegawainya untuk memungut sedekah (zakat) dan beliau memberikan imbalan kepada mereka.” (Al-Mughni, [Kairo: Dar al-Hadis, 2004], juz 6, h. 468). Lanjutnya, “(Jika) muwakkil mengizinkan wakil untuk mewakilkan (kepada orang lain), maka hal itu boleh; karena hal tersebut merupakan akad yang telah diizinkan kepada wakil; oleh karena itu, ia boleh melakukannya (mewakilkan kepada orang lain).” (Ibn Qudamah, alMughni, [Kairo: Dar al-Hadis, 2004], juz 6, h. 470). 
b. Syeikh Wahbah al-Zuhaili: “Umat sepakat bahwa wakalah boleh dilakukan karena diperlukan. Wakalah sah dilakukan baik dengan imbalan maupun tanpa imbalan.” (Al-Mu’amalat al-Maliyyah al-Mu’ashirah, [Dimasyq: Dar al-Fikr, 2002], h. 89) Lanjutnya, “Wakalah sah dilakukan baik dengan imbalan maupun tanpa imbalan, hal itu karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam pernah mengutus para amilnya untuk memungut sedekah (zakat) dan beliau memberikan imbalan kepada mereka… Apabila wakalah dilakukan dengan memberikan imbalan maka hukumnya sama dengan hukum ijarah.” (Fath al-Qadir, juz 6, h. 2; Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh alIslami wa Adillatuh, [Dimasyq: Dar al-Fikr, 2002], juz 5, h. 4058). 

5. Substansi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Syariah Nasional MUI, antara lain: 
a. Fatwa- fatwa MUI tentang Zakat (Fatwa No. 8, 13, 14, 15 tahun 2011). 
b. Fatwa DSN MUI No.10/DSN-MUI/IV/2000 tentang Wakalah. 
c. Fatwa DSN MUI No.09/DSN-MUI/IV/2000 tentang Ijaroh 
d. Fatwa DSN MUI No.52/DSN-MUI/III/2006 tentang Wakalah Bil Ujroh 
 e. Fatwa DSN MUI No.62/DSN-MUI/XII/2007 tentang Ju’alah

Baca Selengkapnya......

Gue Keren Karena Berinfaq

     Selalu ada cara termudah untuk kita bisa membantu saudara kita kurang mampu. Mengapa yang bisa dipermudah harus dipersulit? Kali ini tidak lagi sulit karena harus mengeluarkan infaq dalam jumlah besar sekaligus...walau itu tetap baik:) Cukup kita keluarkan rupiah kita setiap hari dan rasakan kita sedang menabung di Kencleng untuk masa depan kita....
     
     Setiap orang pada dasarnya memiliki jiwa sosial, hanya mungkin dengan kadarnya yang berbeda-beda setiap orang. Oleh karena itu konsep “kencleng” sangat efektif untuk menjaring sebanyak-banyaknya donatur. Konsep kencelng sangat sederhana dan bagi donatur seperti menabung uang recehan yang tak terasa bila dikumpulkan maka jumlahnya pun cukup besar untuk infaq rutin setiap bulan. 
     Selain dari sarana penyaluran lain yang ada di DSA baik datang langsung ke kantor atau melalui rekening DSA, kencleng juga cukup efektif dan memudahkan para donatur yang akan menyalurkan infaqnya didukung system layanan antar jemput kencleng. Dengan berprinsip seperti jaring ikan, yaitu menjaring sebanyak-bayaknya donatur dengan berbagai sarana yang mudah dan efektif dengan berkomitmen untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat terutama para mustahik. 
    Program Tebar 1000 Kencleng sebenarnya memiliki segmentasi utama yaitu lingkup kampus bekerjasama dengan lembaga-lembaga kemahasiswaan atau koperasi yang ada di kampus sekitar kantor DSA. Karena potensi yang sangat besar tersebut yang student body nya mencakup kampus UNPAD, IKOPIN, IPDN dan ITB Jatinangor mencakapi lebih dari 40.000 mahasiswa muslim dan setiap tahunnya masuk 8000 lebih mahasiswa baru

Baca Selengkapnya......

Jumat, 16 November 2012

Sejarah Yang Abadi...Hijrah

     Sang Khalifah yang lebih akrab dipanggil sebagai Amirul Mu'minin....Sayyidina Umar ibnul Khathab. Seorang pemimpin mu'min yang memiliki sifat sebagai ulama dan umara, dialah yang mengawali penentuan awal tahun Islam...bersama para sabahat Nabi yang lain Umar memusyawarahkan mengenai awal penentuan Tahunnya kaum muslimin. Sambil mengharap keberkahan syuro awal tahun Islam pun ditentukan.

     Sebagian sahabat mengusulkan awal tahun sesuai dengan waktu kelahiran Rasulullah SAW...seperti tahun masehi ditentukan awalnya dengan kelahiran Isa a.s. Namun sebagian lain mengusulkan awal tahun sesuai dengan hari wafatnya Rasulullah SAW. Namun, sebagia kelompok sahabat yang menunjuk Sayyidina Ali karamallahu wajhah sebagai juru bicara mereka...Pujian Nabi terhadapnya terbukti dengan usulanya agar tahun Islam di awali dengan hari hijrahnya Rasulullah SAW. Sang Umar yang bijak dan sahabat yang lain menyetujui pendapat Sayyidina Ali untuk menentukan awal tahun Islam dimulai sejak Hijrah Rasulullah SAW. Waktu ditentukannya awal tahun Islam adalah 17 tahun setelah hijrah atau 7 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW.

     Peristiwa hijrah menyisakan catatan penting bagi kaum muslimin. Betapa tidak, proses keberhasilan hijrah itu sangat menentukan hidup atau matinya keberlangsungan penyebaran Islam. Saking menentukannya proses hijrah ini para kafir quraisy pun tak tinggal diam. Justru mereka khawatir dengan hijrah Rasulullah dan para sahabatnya. Karena eksistensi mereka terancam bila dukungan madinah akan memperkuat dakwah Rasulullah SAW. Sehingga para pemuka Qiraisy pun berkumpul di Darun Nadwah memutuskan untuk menangkap dan memenjarakan Rasulullah atau membunuhnya. 

     Orang-orang kafir Quraisy boleh saja membuat makar, tetapi Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Sebagaimana firman-Nya :

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Al-Anfal : 30)

     Quraisy mengumpulkan pemuda-pemuda gagah dari semua kabilah Quraisy untuk membunuh Nabi. Agar kelak keluarga Nabi tidak menuntuk salah satu kabilah karena telah membunuh Nabi. Pada malam yang ditentukan para pemuda itu ditugaskan untuk mengepung rumah Rasulullah dan siap untuk membunuh Rasulullah. Namun, sebelum mereka menunaikan niat jahatnya Allah telah lebih dulu mengabarkan kepada Rasulullah tentang rencana jaha kafir Quraisy. Sehingga Rasulullah meminta Abu Bakar untuk berangkat hijrah menuju Madinah bersamanya. Dan Abu Bakar pun membuat strategi keberangkatan Rasululllah agar tidak diketahui oleh kafir Quraisy. 

      Allah telah menganugrahi Abu Bakar Ash Shiddiq kecintaan yang teramat sangat kepada Rasulullah dan bashirah sehingga Abu Bakar mampu membuat strategi yang sangat rapi dan rahasia. Beliau menugaskan Amir bin Fuhairah untuk membawa kambing gembalaannya untuk menghapus jejak langkah Rasulullah dan Abu Bakar menuju Gua Tsur sebagai tempat persinggahan sementara. Rasulullah dan Abu Bakar juga sudah membuat kesepakatan dengan Abdullah bin Uraiqith yang sangat paham jalan-jalan yang jarang dilalui orang menuju Madinah untuk menunjukkan jalan. 

      Selama di gua Tsur, Rasulullah bersama Abu Bakar menginap beberapa malam. Abdullah bin Abu Bakar ditugaskan untuk memata-matai kafir Quraisy dan Asma' binti Abu Bakar mengirim makanan untuk Rasulullah dan Abu Bakar selama 3 hari. Betapa cintanya Abu Bakar dan keluarganya kepada Rasulullah. Sehingga layak dicontoh oleh kita sebagai keluarga muslim untuk senantiasa menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan agar senantiasa mengikuti sunnah juga membelanya.

     Para pemuda Quraisy yang telah mengepung rumah Rasulullah telah dikelabui oleh Allah karena Sayyidina Ali telah menggantikan Rasulullah di pembaringannya dan Allah membuat mereka terlelap hingga menjelang fajar. Seketika saat mereka terbangun keluarlah Sayyidina Ali dan Rasulullah sudah tidak ada dirumahnya. Subahanallah...Laa haula wa laa quwwata illaa billah...

     Saking putus asanya orang-orang kafir Quraisy akhirnya mereka membuat sayembara dengan hadiah 100 ekor unta namun tak membuahkan hasil apapun. Bahkan Abdullah bin Uraqith yang masih kafir pun tak memberi tahu mereka keberadaan Rasulullah. 

     Memang hijrah seperti Rasulullah tak akan terjadi lagi setelah hijrahnya Rasulullah SAW beserta sahabat dari Mekkah menuju Madinah. Tetapi, nilai-nilai hijrah itu akan senantiasa melekat di dalam hati kaum muslimin. Semangatnya....Kepahlawananya....Pengorbanannya...Kesungguhannya membela agama Allah...akan senantiasa melekat di dalam hati kaum muslimin. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

"Seorang muslim adalah orang yang denga lisan dan tangan menyelamatkan muslim yang lain. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan/hijrah (at turku) perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT."(HR. Bukhari)

     Di bulah Muharram ini pun ada hari yang begitu luar biasa seperti yang disabdakan Nabi SAW yaitu hari Asyuro (10 Muharram). Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : 

"Barangsiapa yang berpuasa di hari Asyuro (10 Muharram) maka Allah SWT akan memberi pahala 10.000 malaikat, dan barangsiapa berpuasa di hari Asyuro maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumroh, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari tersebut maka Allah akan menaikan derajatnya dengan setiap helai rambut 1 derajat. Dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada hari Asyuro, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rasulullah yang berbuka puasa."

Sahabat bertanya : "Apakah hari Asyuro lebih utama dari hari-hari lain ya Rasulullah?"

Rasul bersabda : "Ya memang, karena Allah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyuro, menjadikan laut pada hari Asyuro, menjadikan bukit-bukit pada hari Asyuro, Allah menciptakan Nabi Adam dan Hawa pada hari Asyuro, lahirnya Nabi Ibrahim pada hari Asyuro, Allah selamatkan Nabi Ibrahim as dari api juga pada hari Asyuro, Allah menenggelamkan fir'aun pada hari Asyuro, Allah menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub pada hari Asyuro, Allah menerima taubat Nabi Adam as pada hari Asyuro, Allah menghapus dosa Nabi Dawud pada hari Asyuro, juga Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman as pada hari Asyuro, dan terjadinya hari kiamat pada hari Asyuro."

Semoga kita mampu merefleksikan semangat kepahlawanan dan pengorbanan hijrah di tahun-tahun yang akan datang.....

Al-Faqiir
Yan Hidayatullah

Baca Selengkapnya......

Kamis, 15 November 2012

BROSUR HAJI PLUS & UMROH PT. GEMA SHAFA MARWA

SEGERA DAFTAR!!...Haji Plus GSM masuk kuota 2017 dan sudah terisi setengahnya...JANGAN sampai kehabisan jatah kuota....

Kini sudah HADIR....Program UMROH 2013...AYO SEGERA DAFTAR!!



Baca Selengkapnya......

Risalah Kehidupan...

Sebagian orang mungkin mengatakan "Tak terasa ya sudah masuk tahun baru...". Memang iya ya masa hidup yang bertahun-tahun itu rasanya begitu singkat. Rasanya baru kemarin kita kecil...tapi sekarang sudah dewasa lagi...Rasanya baru kemarin sekolah dasar...sekarang sudah sarjana.... 

Bahkan bila kita berjumpa dengan keluarga atau kerabat yang sudah lama ga ketemu...sering kita dengar "Wah...kamu sudah besar lagi ya..perasaan baru kemarin masuk sma...". Huff....sudah masa dimana kita harus mampu berpikir dewasa....


Ternyata perasaan singkat itu mewakili hakikat kehidupan dunia yang hanya sekejap saja...dan memang sangat singkat. Betapa tidak belasan atau puluhan tahun masa hidup kita di dunia tak sebanding lamanya dengan kehidupan negeri asal kita yaitu akhirat.... Beberapa keterangan ada yang menyebutkan lamanya 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun hidup kita didunia...Tp siapa yang dapat bertahan kehidupan satu detik pun bila Allah menentukan kehidupan yang buruk bagi mereka yang tidak bersyukur...na'udzubillah... 

Singkat sekali kehidupan dunia ini....namun kelak menentukan kehidupan kita yang abadi di negeri akhirat... Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur dan dijauhkan dari segala perbuatan yang tak ada makna sedikitpun....sebagaimana Rasulullah pernah bersabda : 

 "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya."(Al-Hadits) 

Na'udzubillahi tsumma na'udzubillah...rasanya hidup yang singkat ini ternyata didominasi oleh perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan akhirat kita...Seringkali tersesat jalan dan kurang pengarahan....bahkan tak tau arah tujuan.... 

 Tanamkan tujuan kehidupan ini sebagaimana mestinya...pelajari kondisi dan arah perjalananya agar jauh dari inhirafat (penyimpangan)...visualisasikan kebahagiaan setelah sampai tujuannya...dan jangan lakukan perjalananmu sendirian karena serigala hanya menerkam domba yang terpisah dari kerumunannya...kenali sahabat-sahabat sejatimu yang siap menemani perjalananmu dan siap saling memikul beban bersama... 

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1434 H... 

Semoga Allah senantiasa memberkahi usia kita....annama' wa ziyadah...tumbuh dan bertambah manfaat sisa usia kita...Allaumma amiin....

Baca Selengkapnya......