Jumat, 16 November 2012

Sejarah Yang Abadi...Hijrah

     Sang Khalifah yang lebih akrab dipanggil sebagai Amirul Mu'minin....Sayyidina Umar ibnul Khathab. Seorang pemimpin mu'min yang memiliki sifat sebagai ulama dan umara, dialah yang mengawali penentuan awal tahun Islam...bersama para sabahat Nabi yang lain Umar memusyawarahkan mengenai awal penentuan Tahunnya kaum muslimin. Sambil mengharap keberkahan syuro awal tahun Islam pun ditentukan.

     Sebagian sahabat mengusulkan awal tahun sesuai dengan waktu kelahiran Rasulullah SAW...seperti tahun masehi ditentukan awalnya dengan kelahiran Isa a.s. Namun sebagian lain mengusulkan awal tahun sesuai dengan hari wafatnya Rasulullah SAW. Namun, sebagia kelompok sahabat yang menunjuk Sayyidina Ali karamallahu wajhah sebagai juru bicara mereka...Pujian Nabi terhadapnya terbukti dengan usulanya agar tahun Islam di awali dengan hari hijrahnya Rasulullah SAW. Sang Umar yang bijak dan sahabat yang lain menyetujui pendapat Sayyidina Ali untuk menentukan awal tahun Islam dimulai sejak Hijrah Rasulullah SAW. Waktu ditentukannya awal tahun Islam adalah 17 tahun setelah hijrah atau 7 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW.

     Peristiwa hijrah menyisakan catatan penting bagi kaum muslimin. Betapa tidak, proses keberhasilan hijrah itu sangat menentukan hidup atau matinya keberlangsungan penyebaran Islam. Saking menentukannya proses hijrah ini para kafir quraisy pun tak tinggal diam. Justru mereka khawatir dengan hijrah Rasulullah dan para sahabatnya. Karena eksistensi mereka terancam bila dukungan madinah akan memperkuat dakwah Rasulullah SAW. Sehingga para pemuka Qiraisy pun berkumpul di Darun Nadwah memutuskan untuk menangkap dan memenjarakan Rasulullah atau membunuhnya. 

     Orang-orang kafir Quraisy boleh saja membuat makar, tetapi Allah adalah sebaik-baik pembuat makar. Sebagaimana firman-Nya :

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Al-Anfal : 30)

     Quraisy mengumpulkan pemuda-pemuda gagah dari semua kabilah Quraisy untuk membunuh Nabi. Agar kelak keluarga Nabi tidak menuntuk salah satu kabilah karena telah membunuh Nabi. Pada malam yang ditentukan para pemuda itu ditugaskan untuk mengepung rumah Rasulullah dan siap untuk membunuh Rasulullah. Namun, sebelum mereka menunaikan niat jahatnya Allah telah lebih dulu mengabarkan kepada Rasulullah tentang rencana jaha kafir Quraisy. Sehingga Rasulullah meminta Abu Bakar untuk berangkat hijrah menuju Madinah bersamanya. Dan Abu Bakar pun membuat strategi keberangkatan Rasululllah agar tidak diketahui oleh kafir Quraisy. 

      Allah telah menganugrahi Abu Bakar Ash Shiddiq kecintaan yang teramat sangat kepada Rasulullah dan bashirah sehingga Abu Bakar mampu membuat strategi yang sangat rapi dan rahasia. Beliau menugaskan Amir bin Fuhairah untuk membawa kambing gembalaannya untuk menghapus jejak langkah Rasulullah dan Abu Bakar menuju Gua Tsur sebagai tempat persinggahan sementara. Rasulullah dan Abu Bakar juga sudah membuat kesepakatan dengan Abdullah bin Uraiqith yang sangat paham jalan-jalan yang jarang dilalui orang menuju Madinah untuk menunjukkan jalan. 

      Selama di gua Tsur, Rasulullah bersama Abu Bakar menginap beberapa malam. Abdullah bin Abu Bakar ditugaskan untuk memata-matai kafir Quraisy dan Asma' binti Abu Bakar mengirim makanan untuk Rasulullah dan Abu Bakar selama 3 hari. Betapa cintanya Abu Bakar dan keluarganya kepada Rasulullah. Sehingga layak dicontoh oleh kita sebagai keluarga muslim untuk senantiasa menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan agar senantiasa mengikuti sunnah juga membelanya.

     Para pemuda Quraisy yang telah mengepung rumah Rasulullah telah dikelabui oleh Allah karena Sayyidina Ali telah menggantikan Rasulullah di pembaringannya dan Allah membuat mereka terlelap hingga menjelang fajar. Seketika saat mereka terbangun keluarlah Sayyidina Ali dan Rasulullah sudah tidak ada dirumahnya. Subahanallah...Laa haula wa laa quwwata illaa billah...

     Saking putus asanya orang-orang kafir Quraisy akhirnya mereka membuat sayembara dengan hadiah 100 ekor unta namun tak membuahkan hasil apapun. Bahkan Abdullah bin Uraqith yang masih kafir pun tak memberi tahu mereka keberadaan Rasulullah. 

     Memang hijrah seperti Rasulullah tak akan terjadi lagi setelah hijrahnya Rasulullah SAW beserta sahabat dari Mekkah menuju Madinah. Tetapi, nilai-nilai hijrah itu akan senantiasa melekat di dalam hati kaum muslimin. Semangatnya....Kepahlawananya....Pengorbanannya...Kesungguhannya membela agama Allah...akan senantiasa melekat di dalam hati kaum muslimin. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

"Seorang muslim adalah orang yang denga lisan dan tangan menyelamatkan muslim yang lain. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan/hijrah (at turku) perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT."(HR. Bukhari)

     Di bulah Muharram ini pun ada hari yang begitu luar biasa seperti yang disabdakan Nabi SAW yaitu hari Asyuro (10 Muharram). Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : 

"Barangsiapa yang berpuasa di hari Asyuro (10 Muharram) maka Allah SWT akan memberi pahala 10.000 malaikat, dan barangsiapa berpuasa di hari Asyuro maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumroh, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari tersebut maka Allah akan menaikan derajatnya dengan setiap helai rambut 1 derajat. Dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada hari Asyuro, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rasulullah yang berbuka puasa."

Sahabat bertanya : "Apakah hari Asyuro lebih utama dari hari-hari lain ya Rasulullah?"

Rasul bersabda : "Ya memang, karena Allah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyuro, menjadikan laut pada hari Asyuro, menjadikan bukit-bukit pada hari Asyuro, Allah menciptakan Nabi Adam dan Hawa pada hari Asyuro, lahirnya Nabi Ibrahim pada hari Asyuro, Allah selamatkan Nabi Ibrahim as dari api juga pada hari Asyuro, Allah menenggelamkan fir'aun pada hari Asyuro, Allah menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub pada hari Asyuro, Allah menerima taubat Nabi Adam as pada hari Asyuro, Allah menghapus dosa Nabi Dawud pada hari Asyuro, juga Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman as pada hari Asyuro, dan terjadinya hari kiamat pada hari Asyuro."

Semoga kita mampu merefleksikan semangat kepahlawanan dan pengorbanan hijrah di tahun-tahun yang akan datang.....

Al-Faqiir
Yan Hidayatullah

Baca Selengkapnya......

Kamis, 15 November 2012

BROSUR HAJI PLUS & UMROH PT. GEMA SHAFA MARWA

SEGERA DAFTAR!!...Haji Plus GSM masuk kuota 2017 dan sudah terisi setengahnya...JANGAN sampai kehabisan jatah kuota....

Kini sudah HADIR....Program UMROH 2013...AYO SEGERA DAFTAR!!



Baca Selengkapnya......

Risalah Kehidupan...

Sebagian orang mungkin mengatakan "Tak terasa ya sudah masuk tahun baru...". Memang iya ya masa hidup yang bertahun-tahun itu rasanya begitu singkat. Rasanya baru kemarin kita kecil...tapi sekarang sudah dewasa lagi...Rasanya baru kemarin sekolah dasar...sekarang sudah sarjana.... 

Bahkan bila kita berjumpa dengan keluarga atau kerabat yang sudah lama ga ketemu...sering kita dengar "Wah...kamu sudah besar lagi ya..perasaan baru kemarin masuk sma...". Huff....sudah masa dimana kita harus mampu berpikir dewasa....


Ternyata perasaan singkat itu mewakili hakikat kehidupan dunia yang hanya sekejap saja...dan memang sangat singkat. Betapa tidak belasan atau puluhan tahun masa hidup kita di dunia tak sebanding lamanya dengan kehidupan negeri asal kita yaitu akhirat.... Beberapa keterangan ada yang menyebutkan lamanya 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun hidup kita didunia...Tp siapa yang dapat bertahan kehidupan satu detik pun bila Allah menentukan kehidupan yang buruk bagi mereka yang tidak bersyukur...na'udzubillah... 

Singkat sekali kehidupan dunia ini....namun kelak menentukan kehidupan kita yang abadi di negeri akhirat... Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur dan dijauhkan dari segala perbuatan yang tak ada makna sedikitpun....sebagaimana Rasulullah pernah bersabda : 

 "Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya."(Al-Hadits) 

Na'udzubillahi tsumma na'udzubillah...rasanya hidup yang singkat ini ternyata didominasi oleh perbuatan-perbuatan yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan akhirat kita...Seringkali tersesat jalan dan kurang pengarahan....bahkan tak tau arah tujuan.... 

 Tanamkan tujuan kehidupan ini sebagaimana mestinya...pelajari kondisi dan arah perjalananya agar jauh dari inhirafat (penyimpangan)...visualisasikan kebahagiaan setelah sampai tujuannya...dan jangan lakukan perjalananmu sendirian karena serigala hanya menerkam domba yang terpisah dari kerumunannya...kenali sahabat-sahabat sejatimu yang siap menemani perjalananmu dan siap saling memikul beban bersama... 

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1434 H... 

Semoga Allah senantiasa memberkahi usia kita....annama' wa ziyadah...tumbuh dan bertambah manfaat sisa usia kita...Allaumma amiin....

Baca Selengkapnya......

Rabu, 14 November 2012

Mitos Tentang Peran Ayah...:)

Sebentar lagi akan menjadi ayah? Hm, pasti membanggakan. Tapi juga barangkali membingungkan, karena selama ini Anda sudah mendengar banyak mitos tentang bagaimana seharusnya menjadi ayah yang baik. Yuk, kita simak satu persatu mitos yang kerap didengar dan bagaimana fakta sesungguhnya. Yakin, deh, Anda bisa menjadi ayah teladan bagi si kecil dan keluarga tercinta. Mitos 1: Yang penting, perasaan calon ibu Selama kehamilannya, perubahan tubuh pasangan akan terlihat mengagumkan, yang membuat Anda berpikir, saat ini yang terpenting adalah perasaan yang dirasakan oleh istri serta keadaan fisik dan kesehatan mentalnya. Padahal, perasaan Anda sebagai ayah juga penting. Mudah bagi calon ayah yang sedang menanti kelahiran anaknya untuk membicarakan hal-hal positif tentang bagaimana menjadi seorang ayah. Yang lebih sulit adalah mengungkapkan perasaaan takut atau cemas yang pasti juga dirasakan. Misalnya, apakah saya akan pingsan pada saat istri melahirkan? Apakah akan terjadi komplikasi medis? Bagaimana perubahan hubungan dengan pasangan? Dapatkah saya melanjutkan karier saya dan menjadi ayah yang saya cita-citakan? Pasangan Anda perlu mendengar dan mengetahui apa yang Anda rasakan. Katakan dengan jujur. Banyak suami yang menyimpan kegamangan terhadap kehamilan atau menjadi seorang ayah karena mereka tidak ingin menambah kekhawatiran yang dirasakan oleh istri mereka. Jangan takut! Kebanyakan wanita mengharapkan interaksi dari Anda dan mereka tahu bahwa menjadi seorang ayah merupakan tantangan. Membagi perasaan takut Anda dengan istri justru akan mendekatkan hubungan Anda berdua. Anda pun dapat berbincang-bincang dengan calon ayah lainnya, membaca buku, atau menghadiri seminar mengenai ini. Biarkan diri Anda dan pasangan mengekspresikan perasaan gembira dan ketakutan Anda berdua. Mitos 2: Bayi tidak terlalu memerlukan ayahnya Kedekatan hubungan antara pasangan Anda dan sang bayi, terutama bila dia menyusui, membuat Anda tidak yakin, apakah si bayi memerlukan Anda atau tidak. Percayalah, si kecil tetap memerlukan ayahnya. Anda merupakan seseorang yang penting di dalam kehidupannya dan berada bersama Anda membuat rasa nyaman baginya. Untuk terikat dengan si kecil, Anda harus menggendongnya, mencium, dan membelainya. Dan begitu bayi Anda sudah mulai makan, Anda akan mendapatkan perhatian penuh darinya. Bergantian dengan pasangan memberinya makan atau bermain dengannya, memberikan waktu kepada pasangan untuk beristirahat, dan memberikan kesempatan kepada istri untuk mengembalikan energinya. Jangan lupa, Anda membuat perubahan di dalam keluarga Anda. Mitos 3: Pria tidak tahu cara merawat anak Hal ini tidak benar, dan membuat para ayah tidak memiliki hubungan yang dekat dengan bayi mereka, sekaligus menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu bagi para ibu baru karena merasa takut pasangan mereka tidak dapat merawat buah hati yang baru lahir. Pada kenyataannya, ayah dapat merawat anak-anaknya. Setiap orang dapat belajar menjadi seorang ayah. Bila Anda meluangkan waktu bersama si kecil, Anda pun akan peka terhadap kebutuhan mereka. Untuk membuktikannya, biarkan istri pergi berbelanja agar Anda dapat mengurus buah hati sendirian. Biarkan istri tahu, Anda dapat merawat si kecil.

Baca Selengkapnya......

--Aku Mencintaimu Karena Allah--

Bermula dari sebuah hadits Rasulullah SAW : “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim) Sungguh perkataan mulia itu dapat membuat hati kita orang-orang beriman saling terikat dan saling mencintai sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri… Sehingga bagi setiap kita yang belum memiliki perasaan cinta kepada saudaranya semuslim maka kita perlu memperbaiki keimanan kita. Dengan mencintai saudara maka Allah akan menyempurnakan keimanannya… Nuansa kemesraan yang kita rindukan tampak di sekitar kita…saling mengucapkan salam islami dan berkasih sayang. Maka kita perlu mengambil hikmah dari firman Allah SWT : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar dan berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Q.S. Ali Imran : 159) Di ayat lain Allah memberikan pesan kepada kita bahwa seandainya saja kita membelanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi untuk menyatukan hati orang beriman niscaya tidak akan pernah terwujud tanpa kehendak dan rahmat Allah. Pilihlah kata dan kalimat terbaik untuk saudaramu…bagaimana Rasulullah bertutur kata mesra dengan istri, putra, dan sahabatnya….mungkin juga karena bangsa Arab saat itu senang sekali membuat syair sehingga perasaan mereka dan tutur kata mereka lembut. Maka ajarkanlah diri kita dan anak-anak kita menyukai syair atau puisi…karena dapat melembutkan perasaan… Maka sungguh…aku mencintaimu karena Allah…. Yan Hidayatullah

Baca Selengkapnya......

2 Tipe Pemimpin

Bila seseorang mengetuk pintu rumah, lalu mengajak anda ke ladang, mengajari anda cara mencangkul penuh semangat, bersama-sama menebarkan benih biji-bijian dan kasih sayang, menyenandungkan lagu pengundang angin dan hujan, dan beberapa bulan kemudian sama-sama mengetam, berbagi hasil tuaian, menanaknya untuk warga sedusun; maka siapa pun nama orang itu, anda akan mengangkatnya sebagai pemimpin sejati anda; pemimpin yang anda cintai dan tangisi kepergiannya. Namun, bila orang itu memasuki rumah dan memaksa anda turun ke sawah, memerintahkan anda membajak dan menanam segala macam, hingga pada akhir waktunya, hanya menunggu persembahan hasil panen baginya; maka siapa pun nama orang itu, anda akan mengangkatnya sebagai pemimpin yang hanya bisa anda kutuki dan syukuri kepergiannya. Kebanyakan orang memang tak berdaya. Untuk itulah mengapa seorang pemimpin sejati senantiasa dirindukan jaman.

Baca Selengkapnya......

Pelajaran Hari Ini : Semakin Takjub dg Ke-MahaHebatan Allah Menentukan Takdir Terbaik…:)

Pelajaran ini saya dapat dari sepenggal perjalanan kehidupan saya (dan istri yg kucinta…hehehe) hari ini. Hmmm…ya hanya sekilas peristiwa tapi sejuta makna. Ga lebay kan…bener ini mah. Malamnya kami memutuskan untuk jalan-jalan berkunjung ke (MPI) Majelis Percikan Iman asuhannya Ust Aam Amiruddin…dan lanjut berkunjung ke Pesantren Daarut Tauhid….Road Show dengerin Tausiah judulnya… Singkatnya pagi2 skitar jm 06.00 kami berangkat mnggunakan mobil (bertiga saja…plus yg diperut istriku).Ya selanjutnya begitulah perjalanan di kota Bandung…ga kalah macetnya…dan Allah pun Memiliki Kehendak. Ya…namanya klo nyetir trus macet agak-agak kesal juga…Tp bs dilalui dg santai saja. Sekira satu jam perjalanan dr Jatinangor sampailah kami di komplek Masjid Telkom tempat biasanya pengajian MPI berlangsung.Uppss….ko sepi ya??Usut punya usut, ternyata pada pekan tertentu MPI pindah ke Masjid Ukhuwwah jalan wastukencana….Lagi-lagi Allah punya Kehendak-Nya sendiri. Ok… setelah bermusyawarah kembali (plus ada oknum ketiga namanya Nugroho Adinegoro…yg ikut janjian juga), kami memutuskan utk lgsg mnuju Pesantren Daarut Tauhid. Alhamdulillah, dari MPI memang tidak jauh ke DT…jd ya skitar 10 menit perjalanan. Aktivitas lalu lalang di sekitar DT sdh mnyambut kami. Subhanallah sudah lama tak berkunjung ke DT… baru sadar ternyata rindu jg jaulah ke pesantren ini. Eitss…lihat ke sebelah kiri ada bangunan yg sedang di renovasi. Wahh…..ternyata masjid DT. Saya dan istri saling menatap dan melepas senyuman. Sekali lagi Allah tunjukan bahwa kami tak tahu apa2 ttg masa depan. Akhirnya, dari pada hanya sekedar numpang lewat. Kami memutuskan utk parkir di pesantren dan melihat-lihat lingkungan DT sambil berjalan kaki. Allah tak pernah tidur utk menolong para mu’min yang menolong agama-Nya. Ternyata pesantren ini senantiasa berkembang. Tidak lama setelah berkeliling kendaraan kami pun meluncur utk segera pulang. Kami merencanakan perkiraan waktu utk kembali krn sore harinya saya ada pekerjaan bersama kelompok tani binaan. Setelah sampai dirumah, baru saya sadar betapa Allah menetapkan Takdir yg paling baik bagi setiap hamba. Mungkin jk kami menjalankan sesuai apa yg kami rencanakan di awal, saya tdk terkejar utk mengerjakan perkejaan lainnya. Sedang pekerjaan itu adalah amanah. Dan Allah telah membuat kami bahagia karena pekerjaan yg lainnya pun dapat terselesaikan dengan baik. “…Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216) Ahad, 29 Mei 2011 dari Bandung Yan Hidayatullah….

Baca Selengkapnya......

Nasihat Dari Ibu Untuk Ibu

Seorang anak kecil, mendadak terpana melihat ibunya yang sedang kerja di dapur. Sepertinya, anak itu baru menyadari adanya satu dua helai rambut di kepala ibunya yang ternyata berwarna putih. Dan hal itu terlihat lebih kontras apalagi dengan melihat warna kulit ibunya yang sawo matang (maklum orang asia tenggara), ditambah lagi dengan warna baju yang sedang dipakai oleh ibunya itu (kebetulan warna gelap). Lalu anak itu tanya, “Ma … kenapa rambut Mama kok ada yang putih ?” Mendengar pertanyaan tsb, ibunya langsung menjawab tanpa berfikir dulu, “Oh ini … sebenarnya warna rambut mama hitam lho …. tapi kalau pas anak mama nggak mau nurut, atau rewel, atau kalau disuruh bantu mama malah nggak mau, atau malah ribut terus …. nah … mama jadi pusing jadinya. Makanya satu persatu rambut mama jadi putih …” , jawabnya. Mendengar jawaban ini, sang anak yang memang masih polos itu terdiam sebentar. Tapi setelah berfikir sebentar, lalu malah balik tanya lagi, “Lho … terus …. kenapa rambut nenek putih semua ?” -> Berhati-hatilah dalam menasehati anak >>Ikrimah Muhammad Jundullah<<

Baca Selengkapnya......

Begitulah Murabbiku...

Oh…alangkah bahagia Oh…alangkah mulia Hari ini aku kisahkan Aku…dan di sisiku Murabbi… Seperti Rasul… Bersama-sama nikmati satu santapan Begitu murabbiku… Duduk bersama jamah satu hidangan Seperti Rasul… Bersama-sama berbantalkan lengan Begitu murabbiku… Bersama-sama tidur atas satu hamparan Seperti Rasul… Turut bersama gali paritan Begitu murabbiku… Sentiasa seiringku lakukan tugasan Seperti Rasul… Paham segala dalaman luaran Begitu murabbiku… Segala pemikiran tekun menjelaskan Seperti Rasul… Membina syuhada, pemuda pahlawan Begitu murabbiku… Dibina aku lengkap perincian Seperti Rasul… Marah, senyum, sedih selalu memberi kesan Bagitu murabbiku… Memberi taujih sesuai perasaan Seperti Rasul… Menyucikan, memahamkan, lantas menggerakkan Begitu murabbiku… Diasuh aku jadi asas kebangkitan Seperti Rasul… Menghormati tidak menghinakan Bagitu murabbiku… Di sampingnya aku, terasa dimuliakan Yang lahir bukan sekedar hartawan Yang lahir bukan sekedar agamawan Yang lahir bukan sekedar negarawan Yang lahir bukan sekedar tokoh kemasyarakatan Yang lahir bukan sekedar jago kebajikan Yang lahir bukan sekedar olahragawan Yang lahir bukan sekedar tokoh perdebatan Tapi….RIJAL…. Dengan mereka Islam diagungkan Oh…alangkah bahagia Oh…alangkah mulia Ketika itu… Aku….dan di sisiku… Murabbi… (kutipan dari seorang ikhwan di Malaysia)

Baca Selengkapnya......

Manusia Bangkrut

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW, memberitahukan bahwa di akhirat kelak ada orang yang bangkrut. Siapakah dia? Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta.” Maka beliau SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan (membawa pahala) shalat, puasa, zakat, namun dia pernah mencela orang lain, menuduh orang berzina tanpa bukti, memakan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Maka kabaikannya akan diberikan kepada orang yang didzaliminya, dan apabila kebaikannya itu telah habis sebelum lunas tanggungannya, maka diambilah kejelekan orang yang pernah didzalimi, kemudian diberikan padanya, lalu dia dicampakkan ke neraka.”(HR. Muslim)

Baca Selengkapnya......

--Apa Bisa Sarjana Pertanian Jadi Pahlawan--

Momentum Hari Pahlawan ini kita perlu melakukan refleksi perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa. Sehingga muncul berbagai nama para pahlawan atau orang-orang yang dianggap pahlawan oleh bangsa Indonesia. Mulai dari pahlawan sebelum masa kemerdekaan hingga para pahlawan yang muncul pasca kemerdekaan. Atau sekumpulan nama-nama yang dianggap memiliki jasa yang banyak terhadap negeri tercinta Indonesia. Namun, sekali lagi kita perlu merefleksikan perjalanan bangsa kita hingga saat ini. Muncul pertanyaan dalam diri penulis, “kira-kira apa yang akan dikatakan oleh para pahlawan yang telah mendahului kita semua ketika melihat kondisi bangsanya saat ini yang dahulu mereka perjuangkan kedaulatannya?”. Apakah ucapan kebanggaan ataukah kekecewaan terhadap generasi penerusnya. Berkaca pada satu sektor yang menjadi andalan bangsa Indonesia mulai dari masa sebelum terbentuknya republik ini hingga gegap gempitanya slogan demokrasi dalam perjalanan republik Indonesia. Sector tersebut adalah sector pertanian yang dahulu sekitar tahun 1983 munculnya harapan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) berupa pertanian tangguh. Saat ini begitu banyak sarjana pertanian baik itu lulusan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Namun, perkembangan sector pertanian tidak terlalu signifikan dan tidak sebanding dengan banyaknya lulusan bidang pertanian. Tetapi yang kita lihat sekarang adalah perkembangan sector pertanian yang lambat meskipun progress semenjak tahun 2004 mengalami perbaikan dalam hal swasembada beras, ditambah lagi banyaknya pengangguran sarjana pertanian akibat kurangnya lapangan pekerjaan yang dapat menampung para sarjana pertanian ataupun yang berkaitan dengan sector pertanian. Padahal menurut Ir. Rohajat Harun, M.Ed. Kepala Balai Informasi Pertanian tahun 1983 mendefinisikan pertanian tangguh itu dengan beberapa ciri, di antaranya dapat memberikan kehidupan dan penghidupan yang baik kepada petani sebagai produsen, mampu mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan sector pertanian, dan mampu menyediakan dengan teratur dan dengan mutu yang baik, segala bahan yang diperlukan oleh masyarakat. Sehingga ketika terjadi musim kemarau sector pertanian tidak klabakan menghadapi kekeringan karena pengembangan kegiatan ekonomi pertanian berjalan dengan baik. Sebuah evaluasi bagi pelaku pendidikan di bidang pertanian dan juga pemerintah terhadap efektifitas pendidikan di Indonesia sehingga dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang siap guna dan memiliki kreatifitas dalam mengembangkan kegiatan ekonomi khususnya di sektor-sektor real. Sehingga pengangguran di bidang pertanian dapat ditekan jumlahnya. Maka apabila kualitas pendidikan khusunya di bidang pertanian diperbaiki agar lebih aplikatif dan tepat sasaran dalam pembangunan pertanian dapat dipastikan akan memunculkan pahlawan-pahlawan baru di bidang pertanian. Seorang sarjana pertanian yang memiliki karakter pembangun dengan ide dan kreatifitas yang dapat menggerakan SDM lebih banyak dalam kegiatan ekonomi pertanian. Sehingga sektor pertanian di negera Indonesia dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang ada di negeri ini. Yan Hidayatullah WNP, STP

Baca Selengkapnya......

Subhanallah….momentum lebaran yang saya kira hanya menghabiskan waktu libur di cilegon saja, tempat tinggal orang tua. Tapi ternyata hari senin 21 September 2009, tepatnya pukul 05.45 berangkat dari rumah di cilegon melakukan “Safari Lebaran”…itu istilah yang tercetus saat mau jalan. Kota yang pertama dituju adalah kota Bogor menengok uwa yang usianya sudah 80 tahun ke atas…Subhanallah, banyak hikmah yang bisa diambil. Uwa (istilah kakak dr ortu bg org sunda)…uwa Uka…seorang Profesor ahli arkeologi yang sangat produktif…meskipun kondisi fisik hanya dapat berbaring dan berjalan menggunakan kursi roda, tetapi masih sempat membuat paper dan 1 buku…DAHSYAT…(ternyata saya punya uwa yang luar biasa) Setelah dari Bogor lanjut ke Bekasi berkumpul dengan saudara2 yang menyenangkan…dilanjut lagi ke Karawang, trus ke Indramayu menengok uwa yang lain lagi…Nah saat menulis ini saya di Indramayu…tidak sengaja saya tertarik untuk membaca Koran yang udah “kadaluarsa” juga sih…Koran TRIBUN JABAR tanggal 19 September 2009. Saya baca beberapa berita seputar suasana yang ada saat lebaran…”Nagrek-Garut 6,5 jam”…wow…”Lewat Cijapati Pun Sama Macetnya”…ada lagi nih…”Pemudik Tengok Rumah Lokasi Penggerebekan Nurdin M Top”…Hmmm…sempet-sempetnya ya..eit ada lagi…”Emi Nekat Naik Tower 24 Meter, Putus Asa Kehabisan Bekal Uang Mudik”…MasyaAllah… Langsung terlintas dalam fikiran membuka kitab tafsir Al-Maragi (karya Ahmad Mustafa Al-Maragi) jilid 1 yang saya bawa untuk menemani perjalanan…Langsung saya membuka tafsir Alqur’an Surat Al-Baqarah ayat 186… Nah…ini inti tulisan saya…memahami tafsir Q.S. Al-Baqarah : 186 dari salah satu Mufassir Mahsyur…TAFSIR AL-MARAGI (yaa…karena itu yang saya bawa)… Silahkan buka Alqur’an terjemah Surat Al-Baqarah : 186 (mudah2n bisa ya sambil fesbukan)… “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah : 186). Dalam ayat tersebut ada penggalan ayat “…la’allahum yarsyuduun”. Tafsir Al-Maragi menjelaskan : Ar-Rusydu dan Ar-Rasyad merupakan lawan kata Al-Ghayyu atau Al-Fasad. Artinya ialah mendapat petunjuk, tidak sesat atau rusak. Artinya ayat ini ialah, sesungguhnya segala amal perbuatan itu jika dilakukan oleh para pelakunya dengan penuh iman dan ikhlas, pelakunya bisa diharapkan mendapatkan petunjuk dan hidayah. Tetapi jika dilakukan hanya karena ingin mengikuti adat atau terbawa arus, maka tidak akan bisa menjadi petunjuk dan taqwa. Bahkan kadang-kadang akan mengakibatkan semakin hebatnya hawa nafsu bagi pelakunya, dan akhlaq pun menjadi rusak. Hal ini seperti yang dapat kita saksikan sekarang di kalangan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa hanya karena ikut-ikutan kepada orang tua dan teman-teman, bukan karena ikhlas kepada Tuhan atau mengharapkan ridha-Nya. Subhanallah…mentadabburi penggalan ayat tersebut yang hanya terdiri dari dua kata saja akan sangat berpengaruh dalam hidup. Karena Alqur’an adalah mu’jizat. Setiap bagian dari Alqur’an adalah mu’jizat. Jika kita saksikan beberapa berita yang saya baca di Koran TRIBUN JABAR tadi…banyak hikmah yang bisa kita ambil. Ternyata begitu banyak dari kita yang memang belum benar-benar memahami makna perintah dan hasil dari ibadah puasa….sampai-sampai ada yang nekat naik tower 24 meter hanya gara-gara kehabisan ongkos untuk mudik…. Semoga teman-teman fesbuk tidak ada yang nekat naik tower hanya gara-gara kehabisan ongkos buat mudik. Tetapi kita dapat memahami dan mengambil hikmah Ramadhan sebagai madrasah pembinaan diri sebagai seorang muslim yang dapat mengupayakan dirinya mencapai derajat taqwa… Klo nekat naik Monas buat rekreasi sih boleh aja…(malah klo bisa ngajak-ngajak ya…) Semoga bermanfaat…. Al-Fakir —Ikrimah Muhammad Jundullah— Yan Hidayatullah

Baca Selengkapnya......

Tetaplah Di Sisiku

Ya Allah… Dimanakah ku harus berlabuh… Saat semua dermaga menutup pintu, Dan berkata “ ini bukan untukmu…” “Segera menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!” Ya Allah… Katakan padaku, di mana dermaga untukku berlabuh…??? Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru. Sampai kapan ku harus arungi waktu,.. Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,.. Ya Allah … Beri aku penerang jalan-Mu Agar tak tersesat saat ku melaju,.. Kuatkan awak kapalku, Saat badai menghalangi jalanku Ya Allah … Tetaplah disisiku, Jangan Engkau menjauh dariku… Karna ku takut tanpa hadir-Mu —Mutiara Hati Seorang Hamba—

Baca Selengkapnya......

Selasa, 13 November 2012

-Sebuah Artikel Sederhana-

Hmmm… kupandangi Al Quran bersampul kuning keemasan itu. Warnanya tak pudar walaupun telah sepuluh tahun ia tinggal di rak buku ruang tamuku. Lembarannya tak cacat sedikitpun walau sering kubaca. Dan satu kali dalam satu tahun aku memandangi takjub maharku itu seperti ini…
Suamiku baru saja pulang kerja. Dia tampak lelah. Kusiapkan air hangat untuknya sore ini. Makanan dan minuman kesukaannya telah kuhidangkan di meja makan lebih awal. Sprei tempat tidur telah kuganti. Gorden telah kucuci dan kupasang lagi. Seluruh bagian rumah telah kubersihkan.
”Kok senyum aja sih dari tadi?” suamiku menegurku. Aku hanya bisa tertawa kecil. ”Nggak pa pa. Pingin sedekah aja. He he…” Suamiku membalas seyumanku dan pergi mandi. Saat ditutup, kuamati pintu kamar mandi itu…dan sekeliling rumah ini. Rumah kontrakan penuh kenangan. Sebentar lagi rumah ini akan menjadi milik kami karena pemilik sebenarnya akan pindah ke luar kota dan menjualnya pada kami. Suamiku pun bekerja lembur akhir-akhir ini untuk melunasinya.
Malam ini aku dan suamiku menikmati makan malam sebelum isya. Kebetulan anak-anak sedang liburan di rumah neneknya. Rumah jadi terasa sepi. Terdengar suara motor berderu melewati rumah kami sekali waktu. Terdengar pula suara televisi tetangga sebelah rumah dan sesekali tawa mereka. Dari seberang meja makan kupandangi suamiku itu. Baju koko telah dipakainya. Dia telah siap untuk berangkat ke masjid. Wajahnya tak berubah, masih seperti itu… kalem. Hmmm…dia masih dengan pendiriannya. Subhanallah…
Pulang suamiku dari masjid, aku baru saja selesai mencuci piring. ”Abang baru inget. Sepuluh tahun lalu abang nikahin kamu ya, dek? Pantes dari tadi senyum aja. Ngerayain yang kayak gitu2 nggak level kan, dek?! Nah, mendingan pijitin abang nih, abang capek banget hari ini.” Ha ha ha… masih. Dari dulu emang manja bapak ini. Tapi tidak saat dia datang ke rumahku sepuluh tahun lalu. Aku hanya bisa mendengar percakapan hangat itu dari balik pintu kamarku. Ayahku meragukannya. Yaaah, aku rasa adalah hal yang wajar bila setiap orang tua ingin anaknya hidup berkecukupan. Dan yaaah, memang untuk hidup di jaman sekarang, pekerjaan suamiku yang tidak tetap mungkin tidak bisa mencukupi hidup kami nanti. Maklumlah, baru lulus kuliah. Tapi suamiku percaya, insya Allah, Allah akan memudahkannya.
Sempat kututup telingaku saat suara ayahku mendominasi percakapan hari itu. Aku hampir saja menangis. Aku tak mau ta’arufku sia-sia. Dan untuk tidak menjadi istri seorang yang sholeh seperti dia adalah suatu kerugian bagiku. Namun tak lama ibuku datang ke kamarku dengan tersenyum dan menanyakan jawabanku. Rupanya aku menutup telingaku terlalu lama hingga aku tak menyadari bahwa saat itu suamiku tengah memberi pengertian pada ayahku dan akhirnya meyakinkan beliau.
Seminggu pertama aku dan suamiku tinggal di rumah orang tuaku. Karena rumah yang dikontrak suamiku baru bisa dipergunakan setelah seminggu itu, ya rumah ini. Selama seminggu itu dia sibuk sekali. Entah apa saja yang dikerjakannya. Dan setelah minggu itu berlalu, ada rasa khawatir di wajahnya saat ia mengatakan padaku, ”Dek, di rumah itu… nggak ada apa-apanya.” Ia menatapku sendu. Sebenarnya aku dan suamiku berasal dari keluarga yang cukup berada. Hanya saja mungkin itu masalah harga diri bagi kaum lelaki, aku juga tidak begitu mengerti.
Di tengah kekhawatirannya itu ku katakan padanya, ”Abang… asalkan ada ember biar adek bisa nyuciin baju abang, asal ada paku dan tali biar adek bisa ngejemur, asal ada api biar adek bisa masak buat abang, asal ada alas buat kita tidur, asal ada kain buat nutup jendela, asal ada sapu biar rumah kita tetap bersih, asal cukup air, asal bisa beli bayam dan tempe, dan selang sehari kita shaum… insya Allah, itu bukan masalah bagi adek.”
Ia tersenyum, masih dengan tatapan yang sendu itu. Hhh… aku jadi sedih. Sejak ta’aruf dulu, dia telah mengatakan segala kemungkinan hidup kita nanti. Dan aku telah menyatakan kesiapanku…insya Allah, aku sanggup menghadapi apapun…asalkan bersamanya…
Esok harinya kamipun pindah. Selama seminggu itu aku memang tak
diizinkannya untuk melihat kontrakan itu. Dan saat aku sampai di sana…Subhanallah, ruang tamu mungil dengan perabotan terbuat dari rotan yang cukup untuk diduduki empat orang saja. Rak buku yang biasa kulihat di rumahku menjadi penghalang ruang tamu dengan ruang makan. Rak buku itu memang dibuatkan khusus oleh ayahku untukku. Beliau tahu hobiku membaca buku. Wah, pantas saja aku tak melihat rak itu di rumah akhir-akhir ini.
Aku melihat-lihat seluruh rumah itu. Ruang makan yang sederhana hanya tersedia dua bangku di situ dengan meja kecil yang cukup untuk makan kita berdua saja. Di kamar tidur ternyata telah ada sebuah tempat tidur, lemari baju dan meja hias. Di sebelah kamar itu ada ruang kosong, untuk kamar anak-anak kelak. Di dapur telah ada peralatan masak hadiah dari ibuku dan ibu mertuaku. Di bagian belakang rumah itu ada kamar mandi. Di luarnya telah ada sapu ijuk dan sapu lidi plus tempat sampah. Di tempat mencuci telah ada ember dan gayung. Semua jendela telah bergorden.
Belum sempat aku mengomentari rumah itu, suamiku berkata, ”Dek, abang lupa beli tali sama paku buat jemuran.” Hi hi hi. Aku tertawa cekikikan. ”Adek kira rumahnya bener-bener kosong nggak ada apa-apanya.” ”Yaaah… maksud abang gak ada apa-apanya dibandingin rumah adek.” Hi hi hi… abang.
Dulu yang kupinta pada Allah adalah hanya seorang suami seperti abang, yang
sholih, yang mau usaha, yang optimis, tawakal. Jadi di manapun kita tinggal, seperti apapun keadaanya, sekurang apapun fasilitasnya, asalkan ada abang… hidupku udah lengkap.
(untuk pangeranku, datanglah pada ayahku dan jabatlah tangan beliau. Katakanlah dengan bangga ”Sir, your daughter is in a good hand, insya Allah.”)

Baca Selengkapnya......

Waqfah Dalam Perjuangan Palestina

“يَا قَسَامِي إِحْنَا فِدَاكَ.. كُلُّ الشَّعْبِ الْمَصْرِي مَعَاكَ” “
Ya Qasami kami akan berkorban untukmu… seluruh rakyat Mesir bersamamu”
“اِسْمَعْ اسْمَعْ يَا عَبَاس.. كُلُّ النَّاسِ بِتَحْيِي حَمَّاسِ”
“Dengarkanlah, dengarkanlah wahai Abbas… seluruh manusia memberikan apresiasi kepada HAMAS”
“يَا صِيَامِ اتَّهَنَّى اتَّهَنَّى.. وَاسْتَنَانَا عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ”
“Wahai syeikh shiam berbahagialah, berbahagialah… tunggulah kami di pintu surga”
“يَا قَسَامِي ع الْحُدُوْدِ.. علِّمْنَا مَعْنَى الصُّمُوْدِ”
“Ya Qassami yang ada di perbatasan… ajarkan kepada kami arti dari shumud “Ketegaran”.
“يَا هَنِيَّة قُوْل لِحَمَاس.. انْتُوا الْمَدْفَع وِ إِحْنَا رَصَاص”
“Wahai Haniyah sampaikan kepada HAMAS… kalian adalah senjata dan kami adalah pelurunya”
“فَتِّحْ الْمَعْبَر لِلأَحْيَاءِ.. مُشْ لْلْجَرْحَى وَالأَشْلاَء”
“Bukalah perbatasan untuk warga yang masih hidup… bukan hanya untuk orang terluka dan tercerai berai”
“عَلِّمْهُم يَحْيَى عَيَّاش.. الْمُصْحَف وَيَّا الرَّشَاش”
Ajarkanlah kepada mereka tentang Yahya Ayyasy… al-mushaf dan teknologi senjata”
“أَلْفُ أَلْفُ شَهِيْد وَجَرِيْح.. افْتَحْ مَعْبَر لِلتَّسْلِيْح”
“Beribu-ribu syahid dan terluka… bukalah perbatasan untuk memasukkan senjata”
“قَادِمْ قَادِم يَا إِسْلاَم.. حَاكِمْ حَاكِمْ بِالْقُرْآن”
Datanglah, datanglah wahai Islam… putuskan, putuskan dengan Al-Qur’an”
“عَلَى غَزَّة.. رَايَحِيْن.. شُهَدَاء بِالْمَلاَيِيْن”
“Warga Gaza… berbahagialah… sejuta syuhada masih tersedia”
“السَّفِيْر فِي الْمَعَادِي.. لاَزِمْ يَطْلَعْ بَرَّة بِلاَدِي”.
Duta besar yang ada di Ma’adi… harus keluar segera dari negeri kami”.

Baca Selengkapnya......