Momentum Hari Pahlawan ini kita perlu melakukan refleksi perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa. Sehingga muncul berbagai nama para pahlawan atau orang-orang yang dianggap pahlawan oleh bangsa Indonesia. Mulai dari pahlawan sebelum masa kemerdekaan hingga para pahlawan yang muncul pasca kemerdekaan. Atau sekumpulan nama-nama yang dianggap memiliki jasa yang banyak terhadap negeri tercinta Indonesia. Namun, sekali lagi kita perlu merefleksikan perjalanan bangsa kita hingga saat ini. Muncul pertanyaan dalam diri penulis, “kira-kira apa yang akan dikatakan oleh para pahlawan yang telah mendahului kita semua ketika melihat kondisi bangsanya saat ini yang dahulu mereka perjuangkan kedaulatannya?”. Apakah ucapan kebanggaan ataukah kekecewaan terhadap generasi penerusnya. Berkaca pada satu sektor yang menjadi andalan bangsa Indonesia mulai dari masa sebelum terbentuknya republik ini hingga gegap gempitanya slogan demokrasi dalam perjalanan republik Indonesia. Sector tersebut adalah sector pertanian yang dahulu sekitar tahun 1983 munculnya harapan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) berupa pertanian tangguh. Saat ini begitu banyak sarjana pertanian baik itu lulusan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Namun, perkembangan sector pertanian tidak terlalu signifikan dan tidak sebanding dengan banyaknya lulusan bidang pertanian. Tetapi yang kita lihat sekarang adalah perkembangan sector pertanian yang lambat meskipun progress semenjak tahun 2004 mengalami perbaikan dalam hal swasembada beras, ditambah lagi banyaknya pengangguran sarjana pertanian akibat kurangnya lapangan pekerjaan yang dapat menampung para sarjana pertanian ataupun yang berkaitan dengan sector pertanian. Padahal menurut Ir. Rohajat Harun, M.Ed. Kepala Balai Informasi Pertanian tahun 1983 mendefinisikan pertanian tangguh itu dengan beberapa ciri, di antaranya dapat memberikan kehidupan dan penghidupan yang baik kepada petani sebagai produsen, mampu mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan sector pertanian, dan mampu menyediakan dengan teratur dan dengan mutu yang baik, segala bahan yang diperlukan oleh masyarakat. Sehingga ketika terjadi musim kemarau sector pertanian tidak klabakan menghadapi kekeringan karena pengembangan kegiatan ekonomi pertanian berjalan dengan baik. Sebuah evaluasi bagi pelaku pendidikan di bidang pertanian dan juga pemerintah terhadap efektifitas pendidikan di Indonesia sehingga dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang siap guna dan memiliki kreatifitas dalam mengembangkan kegiatan ekonomi khususnya di sektor-sektor real. Sehingga pengangguran di bidang pertanian dapat ditekan jumlahnya. Maka apabila kualitas pendidikan khusunya di bidang pertanian diperbaiki agar lebih aplikatif dan tepat sasaran dalam pembangunan pertanian dapat dipastikan akan memunculkan pahlawan-pahlawan baru di bidang pertanian. Seorang sarjana pertanian yang memiliki karakter pembangun dengan ide dan kreatifitas yang dapat menggerakan SDM lebih banyak dalam kegiatan ekonomi pertanian. Sehingga sektor pertanian di negera Indonesia dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang ada di negeri ini. Yan Hidayatullah WNP, STP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar